Tampilkan postingan dengan label pengalamankoe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalamankoe. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Juni 2010

"Mau.???"


Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah. Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya. Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya

Karena penasaran, diriku pun bertanya…

“Mas Jason…” (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama pelanggannya) “Son… mie ayamnya siji maning sooon…, sedang apa kok asik bener di pojokan?” tanyaku.

“Eh mas ganteng… (satu hal yang aku suka dari Jason adalah: Orangnya suka bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!…”

WADEZIG!!!

“Weehhh… njenengan fesbukan juga to??” tanyaku heran.

“Ya iyalah mas… hareee geneee ga fesbukan?!? Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk, kata pak Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mas…”

GLEK!! Kalah gw! Gw yang sering naik Kereta ke jawa aja gak tau kalo ada yang namanya Hermawan Kereta Jaya.

“Emang mas statusnya apa?” tanyaku penasaran.

“Nih mas aku bacain: Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah, beli empat gratis timbang badan… takutnya anda obesitas… segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi. Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati… ampela, usus dan jeroan ayam lainnya…”

GUBRAK!!!

Dua kosong untuk mas Jason…

Gw yang udah lama fesbukan aja gak bisa bikin status se-atraktif dia.

Tapi ada yang aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake, aku kira henponnya blekberi atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake internetan. Selidik punya selidik, ternyataa… henponnya lawas bin jadul… HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar kayak radio AM.

“Mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu? (bahasa halusnya henpon lawas) Gimana caranya??”

“Owwh… gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri?” jawab dia datar.

“Ohh… mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?”

“Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati… Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal, yang kerjaannya jagain Warnet 24 Jam! Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status saya, lha wong dia tiap hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali… murah to…”

Mendadak kepalaku pusing…

Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga, aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas Jason…

BRUK!!

“Lho mas… mas… jadi beli mie ayam ndak… kepriben iki?”

MAU UPDATE STATUS GRATIS?
PAKE TRI!
MAU???

Jumat, 19 Februari 2010

Pilih Ikan atau Kail ?????????



“Duh, kok kemaraunya gak berhenti-berhenti yah”, keluh Kaka si kancil.

“Iya nih”, jawab Kuri si kura-kura lirih, “kalau begini terus dua tiga hari lagi persediaan makanan kita bakal habis.”

Kaka dan Kuri memang tinggal bersama. Mereka membuat rumah yang cukup nyaman di dalam sebuah gua kecil. Di sekitar gua sejatinya banyak ditumbuhi tanaman-tanaman yang menjadi pengisi perut mereka sehari-hari. Namun sayangnya, sejak beberapa minggu terakhir ini, panas yang berkepanjangan melanda, sehingga sedikit demi sedikit tanaman yang ada mati kekeringan.

“Coba kita bisa memancing seperti pak Beri Beruang”, lanjut Kuri, “pastinya kita tidak perlu pusing seperti ini.”

BRAKKKK!!!!

Kaka tiba-tiba meloncat dari kursinya hingga tidak sengaja menjatuhkan kursi tersebut.

“Aku ada ide!”, teriak Kaka dengan semangat ‘45.

“Ada ide ya ada ide”, gerutu Kuri yang sempat jantungan gara-gara ulah Kaka tadi, “tapi jangan bikin aku mati muda dong.”

“Dengar dulu”, potong Kaka sebelum Kuri melanjutkan omelannya. “Bagaimana kalau kita minta ikan ke pak Beri? Kan seringkali dia dapat ikan banyak, yang lebih dari jatah makan perut gendutnya. Pasti bakal diberi deh.”

“Memangnya kita akan minta-minta ikan terus ke dia? Lama-lama juga pasti pak Beri gak akan mau memberi ikan ke kita.”, jawab Kuri sambil membetulkan kursi yang tadi terjatuh. Lanjutnya, “Lebih baik kita minta diajari cara memancing ikan saja.”

“Ah, tahu sendiri kan pak Beri seperti apa sifatnya”, tukas Kaka. “Galak. Bicaranya keras, tapi susah dicerna maksudnya. Mendingan minta langsung aja. Lagipula aku malas kalau harus belajar segala.”

Kaka melangkah mendekati jendela. Matanya berbinar-binar nakal.

“Nanti aku akan cari alasan yang berbeda setiap harinya agar pak Beri mau memberikan ikan kepadaku.”, katanya. “Gimana Kur, setuju tidak?”

Kuri termenung. Di satu sisi, ia membayangkan nikmatnya duduk santai di tepi jalan setapak ke sungai sambil menunggu pak Beri lewat membawa hasil pancingannya. Ia kenal Kaka sejak lama. Kawannya yang cerdas ini pasti dapat menemukan cara untuk membuat satu dua ikan pak Beri berpindah tangan.

Di sisi lain, ia tidak ingin hanya berpangku tangan dan bergantung kepada binatang lain. Ia juga ingin dapat memancing ikan sendiri sehingga tidak kebingungan apabila suatu saat kemarau datang lagi.

“Hei, kok malah melamun”, ujar Kaka sambil mendorong pelan tempurung Kuri.

“Aku tidak ikutan deh”, jawab Kuri.

“Loh kok…”

“Iya, aku ingin coba memancing saja. Pasti terasa lebih lezat kalau ikannya hasil pancinganku sendiri”.

Mata Kaka tercenung. Ia menatap tajam ke arah Kuri. Beberapa detik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.

“HAHAHAHAH!!! Kamu bercanda kan? Memangnya kamu mau belajar darimana? Pak Beri? Bisa tambah lapar kalau kamu kelamaan ngobrol dengan dia!”, kata Kaka lantang. “Lagipula”, lanjutnya, “semua binatang di hutan ini kan tahu kalau kamu itu lambat berpikirnya.”

Kuri tersenyum mendengar sindiran Kaka.

“Biar saja”, jawabnya. Pede. “Aku yakin kalau aku berusaha pasti aku akan bisa”.

Begitulah. Keesokan harinya, Kuri mulai mengikuti dan mengamati pak Beri yang sedang memancing. Ia kemudian mencoba untuk membuat tongkat pancingnya sendiri dan menanyakan kepada pak Beri, apakah kailnya sudah benar atau belum. Dengan tekun ia berusaha memahami apa maksud perkataan pak Beri hingga akhirnya ia berhasil membuat tongkat pancing yang kuat dan kokoh.

Si kancil? Sesuai rencananya, Kaka menunggu di ujung jalan hingga pak Beri lewat dan mengiba-iba kepadanya untuk meminta seekor ikan hasil tangkapannya. Dasar cerdik, pak Beri pun tidak kuasa menolak permintaannya.

“Lihat nih,” ujar Kaka pada Kuri sesampainya di rumah, “ikan pemberian pak Beri. Besar bukan? Pasti lezat jika dibumbu rujak dan dimakan dengan sambal mangga. Mana ikanmu?”

Kuri menunjukkan kail buatannya dengan bangga.

“Nih”, katanya sambil tersenyum. “Hari ini aku memang belum bisa membawa ikan, tapi aku sudah bisa membuat tongkat pancingku sendiri.”

“Terserahlah,” tukas Kaka. “Kok mau-maunya sih repot begitu.”

Hari demi hari berlalu. Kuri terus berusaha untuk belajar tehnik memancing ikan dari pak Beri. Mulai dari memilih umpan, mencari tempat yang banyak ikannya, hingga cara menarik ikan agar tidak terlepas dari kaitannya. Kaka pun melalui hari-harinya dengan seribu satu alasan untuk dapat menaklukkan hati pak Beri.

Lama kelamaan, pak Beri pun jenuh. Ia tidak mau lagi memberikan ikannya kepada Kaka meskipun Kaka sudah memohon sambil berguling-guling di tanah. Sebaliknya, Kuri semakin ahli dalam memancing dan sudah dapat menangkap ikan sendiri. Melihat Kaka yang menangis tersedu-sedu karena tidak mendapatkan makanan hari itu, Kuri pun membagikan ikan hasil tangkapannya pada Kaka.

“Tuh kan, benar yang aku bilang”, kata Kuri bijak. “Lebih baik kita berusaha sendiri daripada selalu bergantung kepada orang lain. Meskipun kelihatannya susah, jika terus mencoba, pasti kita akan bisa.”

Kaka mengangguk perlahan. Kali ini dia setuju dengan pendapat Kuri.
Suka dongeng ini? Bantu sebarkan ke yang lain ya :)

Sumber : http://dongengmotivasi.com/pilih-ikan-atau-kail.htm/comment-page-1#comment-1934

Si Pandai dan Sang Sahabat

si PANDAi dengan langkah tegap menyusuri jalan setapak, menuju sebatang pohon besar yg rindang….. disana tampak sosok pribadi yg dikenalnya, dan si PANDAi pun menghampiri pribadi itu.

Si Pandai: maaf kisanak, sepertinya aku mengenalmu, apa kita pernah bertemu ?

Sang Sahabat: saudaraku, aku sahabat masa keciLmu, sahabat di desa tempat kelahiran kita.

Si Pandai: ah, sekampung kita rupa nya… bagaimana keadaan kampung kita ?

Sang Sahabat: saudaraku, aku meninggalkan kampung halaman bersamaan dgn ketika kamu berangkat ke kota ini.

Si Pandai: oh begitu, apa saja yg sudah kau dapatkan di kota ini?

Sang Sahabat: kamu sendiri bagaimana ?

Si Pandai: ya, kota ini telah memberikan segala keLimpahan kemewahan yg menyenangkan kepadaku…

Sang Sahabat: oh begitu, bagaimana cara nya ?

Si Pandai: ah, kemana saja kamu ini, di kota ini apa sih yg tidak mungkin kudapatkan ? asal aku mau menyenangkan mereka, dengan sedikit saja basa basi dunia… mereka pun akan memberikan lebih kepada ku.

Sang Sahabat: apapun cara nya ?

Si Pandai: ah, jangan sok alim lah… aku pun tidak memakannya sendirian, yg kulakukan ini mata rantai yg tidak merugikan siapa pun… mereka senang, aku senang, buktinya mereka pun selalu menyanjung ku…

Sang Sahabat: apa kau yakin, tidak ada yg dirugikan ?

Si Pandai: yaaah… kaLopun ada tapi sedikit lah…itu pun mereka yg mau, lagipula aku sudah berikan banyak hartaku utk mereka…

Sang Sahabat: apa kamu lupa dengan batas waktu mu ?

Si Pandai: ah, itu soal nanti lah…gak perlu dipusingkan, mereka selalu mendo’akan ku… dan aku pun selalu siap utk bertobat jika batas waktuku akan habis…

Sang Sahabat: bgmn kau tahu waktu mu akan seLesai ?

Si Pandai: yah…biasanya setelah kita terbaring sakit. Nah kisanak, kamu sendiri bagaimana ?

Sang Sahabat: saudaraku, sebelum hari ini aku selalu ada bersama mu… tapi kamu tak meLihat ku dan tak pernah mau mendengarkan aku. Hari ini, aku harus tertahan di pohon besar ini, menunggu cerita yg harus aku seLesaikan…bersamamu !!!

Si Pandai: oh ?! maksud mu ???

Sang Sahabat: saudaraku, lihat dibelakang-mu….. batu nisan mewah itu….. bertuLiskan namamu…..!

—-
Sahabat, seringkali kita terlena dengan kehidupan yang bergulir ini. Detik demi detik hingga masa demi masa kita lewati, tanpa sadar ada banyak terminal-terminal dalam kehidupan ini yang kita lalui. Sejenak mari kita renungkan apa arti kehidupan kita di dunia ini. Sekedar mencari nafkahkah? atau kebahagian bersama orang-orang yang kita cintai.

Sahabat, mumpung masih ada waktu. Mari kita berbagi dengan mereka orang-orang yang kita cintai, dan orang-orang yang mencintai kita. Lakukanlah apa yang ingin anda lakukan supaya penyesalan tiada menghampiri kita sebelum datang waktu yang menjadi rahasia kehiduapn kita.

Saya yakin, kalau setelah mati kita akan memperoleh balasan akan apa yang kita perbuat. oleh karena itu, persiapkanlah sejak kini. Carilah bekal dan berikan kebahagiaan kepada orang-orang disekitar kita.

Sumber : http://www.resensi.net/si-pandai-dan-sang-sahabat/2010/02/14/

Kamis, 04 Februari 2010

Guru Vs Murid

percakapan antara seorang guru dengan muridnya di SD Ambon........ ya pastilah dengan LOGAT Ambon.... hehe

Murid : Bapak guru
Guru : Iya anak, kanapa??
Murid : Beta maw bartanya...
Guru : Iya anak.. Bapak pun maw manjawab..
Tanya sudahhhh...
Murid : eehhh,.. Beta liat-liat, MATAHARI cuma ada satu... kanapa cuma satu???
Guru : Ya Iyalaaaaaaaaaahhhhh cuma satu... satu aja loe udah BOLONG gituh.. apalagi 2(dua)... bisa-bisa loe jadi ABU... itu sudahhh....
Murid : Ngeeekkk....

Selasa, 19 Januari 2010

Pemenang atau Pecundang

Pemenang Selalu jadi bagian dari jawaban;
Pecundang selalu jadi bagian dari masalah

Pemenang selalu punya program;
pecundang selalu punya kambing hitam

Pemenang selalu berkata " Biarkan saya yang mengerjakan untuk Anda";
Pecundang selalu berkata " itu bukan pekerjaan saya"

Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap masalah;
Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban

Pemenang selalu berkata "itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa";
Pecundang selalu berkata "itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit."

saat Pemenang melakukan kesalan, dia berkata, "saya salah";
saat Pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, "itu bukan salah saya"

Pemenang Membuat Komitmen-komitmen;
Pecundang membuat janji-janji

Pemenang punya Impian-impian;
Pecundang punya tipu muslihat

Pemenang berkata, "saya harus melakukan sesuatu";
Pecundang berkata, " Harus ada yang dilakukan"

Pemenang melihat keuntungan;
Pecundang melihat Kesusahan

Pemenang percaya pada menang-menang;
Pecundang percaya, mereka harus menang, orang lain harus kalah.

Pemenang melihat potensi;
Pecundang melihat yang sudah lewat..

Pemenang seperti thermostat (alat pengatur/pengimbang panas);
Pecundang seperti thermometer

Pemenang memilih apa yang mereka katakan;
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang manggunakan argumentasi keras tapi kata-kata lembut;
Pecundang menggunakan argumentasi lunak tapi kata-kata keras.

Pemenang berpegang teguh pada nilai-nilai tapi bersedia kompromi pada hal-hal remeh;
Pecundang berkeras pada hal-hal remeh tapi mngkompromikan nilai-nilai.

Pemenang menganut filosofi empati, "Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda;
Pecundang menganut filosofi, "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda".

Pemenang membuat sesuatu terjadi;
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.

Jumat, 04 Desember 2009

MAU BOKER (BUANG AIR BESAR) TAPI NGGAK ADA AIR


Sedikit cerita dari pengkaderan tahap Bias (setelah Winslow) dari fkm Unhas di Malino, tepatnya di Parang Tangnga 20-22 november 2009 untuk angkatan GALETER (angkatan 2009).
Tengah malam, ehh bisa mi dibilang pagi-pagi buta (jam 2 subuh), saya ditugaskan untuk jaga (PJ) di pos terakhir. Ditenda pleton (tendanya TNI) untuk kumpul maba (mahasiswa baru) setelah melalui tahap jurik yang terakhir. Busset, maw skali k boker, tapi kebetulan itu hari ndak ada skali air. Ku taw karena dari kemarin sorenya memang ndak ada air. Untung ada iccank (08) yang maw bonceng k cari air dimesjid. Ku pinjam motornya kak anca’ (06) baru segera mi brangkat ke mesjid terdekat untuk boker. Maba kusuruh menunggu dengan rapid an tertib (cieeh, kyak lalu lintas saja).
Buseeeettt, sampai dimesjid ternyata ndak ada air. Aduuuuuuhhhh beeee parah iii’. Pusing, stress, gangguan jiwa, smuanya berkecamuk dalam jiwa dan ragau (lebay mode : ONGG). Deh, aslimi.. betulan ndak air, untung saya anaknya cerdas, pandai, dan tidak bodoh (amin), trus ada kuliat Koran nganggur (sambil menengok kanan-kiri..gaya palukka’). Kuambilnya Koran tersebutttt. Haaah, daripada ditahan, mending dikeluarkan, mana itu wc sempitnya minta ampun, gelap lagi, edd.. pasrah meka, boker tapi ceboknya pake Koran. Ku gosoknya itu pantat ku sampai mengkilat dan tidak bau. Hhhmmmmm… segaaaaaaaarrrr.
Sialan, iccank na ketawai k diluar (hahahahahahahah bd)… hahahahahahah meka juga.
Selesai boker, kupake itu celana kembali trus itu Koran kubuang kesebelah mesjid. Esok paginya pi baru kusadar klo ternyata disamping mesjid itu RUMAH WARGA. Hahahahahahahahahaha… mantap.
Trus lanjut meka ke lokasi pengkaderan lagi dan ternyata air sudah nyala kembali.. ya kusuruh mi lagi iccank temani k untuk cebok.. hahahhahahahaahah… kasiand mu iccank.
Asli boker 100%.

Jumat, 27 November 2009

Winslow

Pengkaderan lagi… pengkaderan lagi
Deh, rindu k jaman2 waktu pengkaderan tahun lalu. Kita dimarahi, dicaci, dimaki, dan dipukuli. Tapi, tetap ja rindu. Hah, lama mi.
Sekarang, saya lagi yang jadi panitia. Jadi, saya termasuk yang mengkader. Maba (mahasiswa baru) FKM angkatan 2009.

Winslow itu tahap pengkaderannya FKM yang awal. Karena, setelahnya masih ada Bias n BSLT. Klo winslow dan Bias, panitia intinya semuanya itu anak2 07, tapi klo BSLT murni 08. amiiiiiiiiiiinnnn. Semoga bertahan semua ji deh itu maba, n maw ji na lanjut pengkaderannya sampai akhir.
WINSLOW (wadah inisiasi dan sosialisasi)
Bias (bina aksi sosial)
BSLT (basic study leadership training)

Dari ketiga tahap pengkaderan ini, yang paling kusuka itu Bias. Mulai dari awal menuju bias sampe pulang dari bias. Kita satu kelompok kadang pulang larut kerumah masing2 demi latihan untuk persiapan Bias. Karena katanya waktu itu akan ada yel2 untuk tiap2 kelompok n apalah yang lainnya.

Pokoknya, untuk MABA tahun ini, nyesel ko klo dk ikut pengkaderan.
Masa’ maw ko tunggu tahun depan, teman angkatanmu tongji yang kader ko. Aiiiiiii, malu donk. Kecuali, klo misalnya ada memang halanganmu. Tapi, semoga dk adaji. Ok….
FKM… we love u full






Sabtu, 10 Oktober 2009

My LupHLyNerO parT-2

hahahay . .akhrnya ada Jg hasRaTQ bwT LanJuTin MyLupHLyNerO . . .

nah khan di parT 1 Dah z perkenaLkn angGoTa2x NerO , ,Nah skrG z bkL criTa g mana kmi bs JD NerO . . .

nawH awaLNya keTika z mw dFTr uLang msk UNHAS , ,Z JanJian ma upHi n yuLris krn kbTLn kmi mang 1 bimbeL . . .Nah TernyaTa si yuriz ngaJak TmNnya A.Dian Purnamasari aLias dupHay auTis(wkwkwkwk) , .aLhasiL Z ,upHy , n duphay yg sama2 di FKM akhr semakin akraB (pas smp ma bimbeL dk bgT akraBka ma uphy) . .Nah JanJianLaH kmi unTuk seLaLu berSama sLm PMB . . .

Nah disaTu sisi z Jg Tw kLo rina(TmN sMaQ)punya adE Yg Jg LuLus di FKM (anak aXeL TawWa JD Na dpTQ kkx) nah dya i2 pipi si banana cHiLd , . . .Tp z Lp g mana z bs akraB Dgn dya . . .pkoknya pas pengurusn KRS Z muLai akraB Ma dya . . .

Trus pas z mw ngurus KRS , .PerGiLaH Z keruangn pAQ . .ibu asiah hamzah bwT MnTa TNDa Tgn , . .Tp pas mw masuk ke daLam ruanganx eh z maLaH kTm orang aneh yg dgn LanCarnya menyebuT Nama "Rosa DeviTHa ayu " hmhmhm . .Z smpe kageT,N reFLex z meLiHaT ke dadaQ (Kebiasaan wkT SMA pke papan nama )ternyaTa dk ada papan nama . . .G mana 2 makHLuk aneh yg TernyaTa 2 org menyebaLkn wkT DfTr uLang bs Tw namaQ ? ? ?Dan hahahaha TernyaTa mereka menyebuT NamaQ TNpa Tw kLo i2 z , ,mereka TernyaTa cr TmN 1 PA nya . .YaiTu aku , .Krn keHaBisn cara akhrnya mereka menyebuT2 sCara beruLang2 nama TmN 1 PA nya . .Hahaha . .Dasar sinTing n TernyaTa 2 org aneh ini adaLaH K DaYaT N DaCiL . . .

SambiL MEnCari TmN 1 PA n ngGu PA akhirnya kmi berTiGa ngobroL N JD akraB (mkLum keTiGanya org SKSD)HEHEHE . . .
Tp 2 org aneh ini Trus menyebuT2 Nama "dedy aLiF uTama n chya NurLia" yg Jg 1 pA kmi yg bLm kmi Temukn . . .N akhrnya yg perTama muNCuL adaLaH DeDy sTaikuL , .N yg pLg Lama diTemuKn adaLaH Chya nuRLia d mOz paporiT BiJenk n LeLeT . .Hahahaha

TernyaTa si duphay n uphy dah seLesai urus KRS ,akhrnya mereka menemani z nGgU PA . .N Akhrnya mrK Jg akraB Dgn TmN2 1 PAq . .DaCiL,K DayaT,CHYa,n deDy . . .SeLain i2 kmi Jg diperkenaLkn dgn TmNx k'dayaT N DaCiL ,RizaL,Yg pas awaL kTm aLim bgT . . .Tp dk Tw dewH skrG . .Hehehe


Z Lp apa pd wkT i2 dah ada pipi aTo bLm (pizZ FiFi)

nah sTLaH KRSQ Di Tanda Tangani kmi akHirnya JanJian unTk berSama2 mengurus KRS KeEsekn harinya , .Tak Lp kmi Tukarn no HP . . .
Nah pLg dr si2 kami dikumpuL Ma senior di ruangan K 101-102 (ternyaTa mw dimrH2i krn dk ada yg pke bJu hTM puTiH pLus piTa ungu)hahahaha. . .Hbis dr si2 z upHy dupHy n pipi pGi ke agung bwT Cari PiTa ungu. . . .Pas maLamNya TernyaTa k'dayaT NLpoN bwT Nanya apakah kmi dah punya piTa aTo bLm, .TernyaTa dya mw bkin piTa bwT Z Jg . .Hahaha . .Teman yg baik (Tp skrG Dk Twmi ) (T-T). . .

Nah keEsokn harinya kmi ber-9 akhirnya berSama2 mengurus KRS . . .TernyaTa k dayaT ini anak 07 nah diaLaH Yg mengaJari kmi g mana caranya urus KRS . . . .sMpe menunTun kmi mengumpuL KRS Di MKU . . .

Nah disni awaL MuLa kami ber-9 (z,fifi,duphy,uphy,chya,daCiL,k'dayaT,RizaL,DeDy)Jadi muLai akraB . . .

TerBenTuknya Nama NerO Di parT-3 pi naH . .Hehehe

Minggu, 04 Oktober 2009

Winslow 09

Pengkaderan lagi… pengkaderan lagi
Deh, rindu k jaman2 waktu pengkaderan tahun lalu. Kita dimarahi, dicaci, dimaki, dan dipukuli. Tapi, tetap ja rindu. Hah, lama mi.
Sekarang, saya lagi yang jadi panitia. Jadi, saya termasuk yang mengkader. Maba (mahasiswa baru) FKM angkatan 2009.
Winslow itu tahap pengkaderannya FKM yang awal. Karena, setelahnya masih ada Bias n BSLT. Klo winslow dan Bias, panitia intinya semuanya itu anak2 07, tapi klo BSLT murni 08. amiiiiiiiiiiinnnn. Semoga bertahan semua ji deh itu maba, n maw ji na lanjut pengkaderannya sampai akhir.
WINSLOW (wadah inisiasi dan sosialisasi)
Bias (bina aksi sosial)
BSLT (basic study leadership training)

Dari ketiga tahap pen gkaderan ini, yang paling kusuka itu Bias. Mulai dari awal menuju bias sampe pulang dari bias. Kita satu kelompok kadang pulang larut kerumah masing2 demi latihan untuk persiapan Bias. Karena katanya waktu itu akan ada yel2 untuk tiap2 kelompok n apalah yang lainnya.

Pokoknya, untuk MABA tahun ini, nyesel ko klo dk ikut pengkaderan.
Masa’ maw ko tunggu tahun depan, teman angkatanmu tongji yang kader ko. Aiiiiiii, malu donk. Kecuali, klo misalnya ada memang halanganmu. Tapi, semoga dk adaji. Ok….
FKM… we love u full

Selasa, 11 Agustus 2009

Apa itu Cumbritz? Apa itu Kurcitz?

Banyak sekali teman-teman yang bertanya “apa itu Cumbritz?” saya pun menjawab “Kurcitz”, dan apa itu Kurcitz?” lalu saya jawab lagi “Cumbritz”. 2 kata ini tak pernah terpisahkan dari awal sejak saya mendengarnya. Kata ini popular dikalangan anak FKM Unhas. Orang yang mempopulerkannya itu… ya… saya, Dacil yang keren, baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong.
Saya akan ceritakan asal muasal dari kata cumbritz dan kurcitz ini. Sebenarnya, orang yang mengeluarkan kata-kata ini adalah tetangga saya yang tinggal dimallengkeri. Awalnya, kata cumbritz bukanlah kata yang sebenarnya, melainkan “jumrit”. Orang yang mengeluarkan kata ini adalah Pak Rizal (tetangga saya). Orangnya gokiel dan baik hati. Dia juga tidak makan paku atupun minum oli. Maka dari itu saya bilang dia baik hati. Pak Rizal ini sering bersama dengan teman saya yang bernama Keken (Husni Thamrin). Nah, keken inilah yang mengeluarkan pasangan dari kata jumrit yaitu “kurcit”. Mereka sepasang orang gokiel dari Mallengkeri. Tapi, sebenarnya orang-orang yang tinggal dimallengkeri itu gokiel semua. Saya bisa bilang begitu karena saya sendiri gokiel. Iya toh????.....
Karena mungkin kata-kata ini agak kurang srek dihati sanubari saya yang terdalam, makanya saya ubah. Jumrit menjadi Cumbritz, sedangkan Kurcit menjadi Kurcitz. Nah, bagaimana???? Lebih menjual toh… kata-katanya… dayat gitu loh.
Jadi, karena saya yang mempopulerkan kata-kata ini maka saya memberikan pengertian berdasarkan pengalaman saya selama berabad-abad. Cumbritz dan kurcitz itu tidak bisa terpisahkan. Cumbritz bisa diartikan lucu, sedangkan kurcit bisa diartikan jayuz. Cumbritz kurcitz = Lucu jayuz.
Sedangkan, pengertian lain yang saya berikan adalah bahwa cumbritz merupakan bagian dari yang rendah hati dan kurcitz merupakan bagian dari yang tidak sombong. Cumbritz kurcitz = Rendah hati dan tidak sombong.
Mungkin itulah sedikit pengertian cumbritz dan kurcitz dari seorang dacil (dayat kecil) yang sangat-sangat teramat rendah hati dan tidak sombong.
Cumbritz = dacil nero
Kurcitz = rizal nero

Senin, 20 Juli 2009

PENGALAMAN PERTAMA JADI KETUA PANITIA

Gue mulai cerita lagi yaaa.!!..
Oia, gue udah pernah bilang kan di cerita pengalaman MC gue kalau gue ini udah pernah juga jadi kordinator humas (jabatan besar tanggung jawab besar). Nggak gampang loh nanggung amanat dari teman-teman, karena mereka pasti memilih berdasarkan apa yang mereka liat pada diri kita (cieh, dewasa banget gue). Pergaulan membuat semua apa yang ada pada diri kita bisa jadi terlihat ileh teman-teman sepergaulan. Yup, tanpa basa-basi, gue mulai aja.
Seminggu sebelum acara…..
Sebelumnya, Kak Dika (06) sebagai ketua Heart (Health Education of reproductive teenagers) ngundang kita buat rapat. Maklum, kami angkatan 2007 dan 2008 merupakan anggota baru dari organisasi yang bergerak dalam bidang Kesehatan Reproduksi ini. Saya sendiri angkatan 2008. Waktu itu kebetulan angkatan 2007 nggak sempat hadir karena lagi PBL (praktek belajar lapangan) di daerah, jadi yang sempat hadir cuma angkatan 2008 semua. Saya, Rizal, Rini, Ika, Izhna, Epi, Megi, Mira, dan Didi yang hadir pada rapat yang dipimpin oleh kak Dika. Langsung aja, rapat ini untuk membentuk panitia Hari Anti Narkoba Internasional yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2009. Tapi, sebelum itu dipilih dulu ketua panitianya.
Deg-degan gitu….
Perdebatan alot, saling tunjuk, hingga akhirnya harus ada yang mengalah. Semua punya alasan untuk menghindari jabatan ini. Bayangin aja, Ketua Panitia (tanggung jawabnya besar gituloh…). Akhirnya, ya gue ngalah, setelah mayoritas teman-teman milih gue (buseeeeet). Kak Dika pun nyerahin pimpinan rapat ke gue. Hasil rapat juga mutusin Rizal sebagai wakil gue, Ika sebagai sekertaris gokiel gillaaa’, dan teman-teman lain pada seksinya masing-masing.
Pusing-pusing……
Bagaimana nggak pusing, waktu itu kan gue juga mikirnya SNMPTN yang bakalan gue ikuti udah dekat. Mestinya, gue kan banyak belajar tuh, buat persiapan. Haaaah, tapi jabatan adalah tanggung jawab. Laki-laki itu harus pegang prinsip (hahahah, sok dewasa lagi).
Teratasi….
Dukungan dari teman-teman panitia membuat gue jadi termotivasi sangat amat teramat (lebay lagi) gilllaaa’. Kita bagi tugas, mulai dari pencarian dana, pembuatan spanduk, pamphlet, n property lainnya yang bakalan kita butuhin buat acara kampanye nanti. Oia, gue belum bilang ya (beluuuuuuuuummm). Sebenarnya acara HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) seyogyanya (cieh, bahasa baru nieh) diada’in pada tanggal 26 juni, tapi berhubung hasil keputusan rapat, makanya kita kampanyenya baru diada’in 28 juni 2009 hari minggu.
Bingung….
Bukan main, dana dari organisasi nggak cukup. Dana hasil penjualan dari panitia juga masih sangat sangat sangat teramat minim (tolooooong). Terpaksa deh, kita panitia mutusin kalau musti ada pungutan liar (pungli kallliiii’) dari masing-masing panitia (Rp 10.000,-/ orang). Waktu yang mepet maksa kita buat mutusin hal ini (oooouuuuuwww, it’s so hurt you know).
Kerja keras teman-teman disini sangat teruji, apalagi gue selaku keua panitia khawatir banget kalau-kalau acara ini nggak jadi (mamaaaaa, toloooong). Tapi, teman-teman dengan semangat juang 75 (45 kallliiiiii’) berhasil mengatasi ini dengan saling membantu satu sama lain.
Oia, biarpun kita nggak ngadain HANI pas tanggal 26 (hari jumat) tapi kita tetap adakan suaut acara penyuluhan gitu, sebagai ajang pembukaan acara kami nantinya. Tepatnya, di SMAN 21 Makassar kami ngadain penyuluhan (makasih Didi n Ima’ selaku alumni yang bantuin kita). Acaranya bisa gue bilang sukses karena melihat antusias adek-adek (cieh, tua amat loh) dalam mengikuti penyuluhan yang kami adain. Rizal n Izhna kita tunjuk sebagai pemateri dalam penyuluhan ini dan Ika sebagai moderator (gokiel tawwa).
Kampanye yang kita tunggu-tunggu….
Akhirnya hari itupun tiba, gue udah suruh panitia lain buat undang teman-teman diluar heart untuk hadir dan berpartisipasi dalam kampanye kita.
Kecewa..
Sebenarnya dalam lubuk hati sanubari yang teramat dalam curam mendekam (waw, lebay lagi orang.. wkwkwk) gue sangat kecewa. Bagaimana tidak, kita udah berusaha undang teman-teman untuk ikut berpartisipasi dalam acara kita tapi yang hadir diluar panitia Cuma 2 orang (syukur itu masih ada, hehehe.. alhamdulillah). Ahmad (kord. Perlengkapan di acara Inaugurasi) yang bias ague panggil kanda, dan mutia anak gizi. Makasih banget khusus buat mereka berdua, kalian bikin motivasi gue meningkat walaupun masih ada rasa kecewa sedikit karena ketidakdatangan teman-teman yang lainnya (ahhh, nggak apa-apa kok).
Sukses
Kampanye kami bisa gue bilang cukup sukses karena menarik simpati masyarakat yang lewat melihat kami. Kami membagikan property yang kami buat dan kami minta sebagian dari Dinas Kesehatan (makasih yaa). Bahkan, ada warga yang langsung turun dan meminta poster anti narkoba pada kami jadi ya kami berikan ajja (kami kan baik hati, rajin nabung, dan tidak sombong,.. wkwkwk). Oia, ada juga beberapa senior dari Heart hadir dalam acara ini sekitar 7 orang jadi kami sangat terbantu selaku panitia.
Gue berhasil jadi pemimpin
Gue bangga
Pengalamn pertama begitu menngoda selanjutnya…. Terserah anda
Hehehe, iklan kallliii’…
Makasih buat Rizal, Didi, Epi, Mira, Ika, Izhna, Megi, Rini, Muti, Ahmad, kak Dika, kak Ikes, n senior lain uang masih sempat hadir.. makasih yaaaaa.

Jumat, 17 Juli 2009

PENGALAMAN PERTAMA JADI MC DI ACARA BESAR

sImage and video hosting by TinyPic
2 maret 2009 hari minggu. Hari itu menjadi hari yang bersejarah bagi gue (sori kalau pake bahasa gaul, hehehe). Bukan main, gue nggak bisa nyembunyiin perasaan deg-degan yang amat sangat teramat (lebay, nyela diri sendiri deh). 2 hari sebelumnya kita (KITA, lo aja kallliiii), maksudnya gue dan pasangan MC yang cewe’ namanya Ridha baru memulai latihan untuk persiapan acaranya. Oia, gue belum bulang ya… ini acara Inaugurasi FKM angkatan 2008 (ROMUSA, nama angkatan gue). Revolusioner Muda Kampus Ungu Tamalanrea, itu kepanjangannya. Gue terpilih jadi MC setelah menyisihkan beratus-ratus orang yang maw juga jadi MC (wkwkwkwkw, nggak sombong).
Image and video hosting by TinyPic
Gue cerita’in mulai dari latihan ya!!!
Kita (gue n Ridha) baru resmi latihannya waktu gladi kotor di Ipteks 2 hari sebelum acara. Wah, sangat amat teramat deg-degan sekaliiiii. Tapi, jauh hari sebelumnya kita udah nyusun konsep yang bakal kita bawakan di acaranya nanti. Ceritanya gue jadi Tukang becak (keren nggak tuh) dan Ridha jadi turis Jepang yang sedang berkunjung ke Indonesia.
Image and video hosting by TinyPic
Gladi kotor pun dimulai pada pukul 19.30 wita. Draft acara udah diserahin Lolo’ (kord. Acara) ke Kak Akbar (senior gue). Acara demi acara berlalu. Kita masuk setelah MC formal selesai bawa’in tugasnya. Kita MC nonformal gitulooooh. Akhirnya, tiba juga waktunya, kita masuk. Deg-degan gillllaaaa’. Gue dan Ridha pede aja tuh. Beeeeee, gue liat sambutan teman-teamn gue yang ceritanya jadi penonton sangat antusias. Bukan main, gue dan Ridha dituntut untuk membawakan acara se-meriah, se-jayuz, se-gokiel, se-ambruk, dan se-lucu mungkin (Bayangin deh tuh). Dan, dan, dan…. Apa… bukan main, teman-teman pada ketawa terpoco-poco melihat aksi gue dan Ridha yang jayuz tapi gokiel gilllaaaa’ (hehehe, sok lucu loe).
Kita pun sangat termotivasi dengan antusias teman-teman, apalagi dengan yang terpoco-poco gilllaaaa’, whahahaha. Kita semakin giat latihan dan memperbaiki segala kesalahan yang mungkin akan terjadi nantinya. Bagaimana tidak, gue ini pelupa. Gue suka lupa ama konsep yang diarahin ridha ke gue (masih muda udah tua). Waktu gladi kotor aja gue lupa ama konsepnya, tapi untungnya Ridha cukup kreatif dengan membackup gue dengan hal yang lain, ya, gue timpalin juga deh dengan hal yang konyol banyol binti sutrisnyooool (whahahahah), gue gituloh.
Tiba sehari sebelum acara gue semakin deg-degan gilllaa’. Tapi Ridha dan teman-teman gue terus memotivasi gue. Oia, yang paling penting Imma (mantan koe yang paling) motivasi gue juga. Kita udah nggak terlalu latihan karena maw bikin property untuk inaugurasinya nanti. Haaaaah, acara inaugurasi acara kebanggan FKM yang tiap tahunnya ditunggu-tunggu oleh hampir seluruh mahasiswa UNHAS. Karena acara Inaugurasi setiap fakultas akan mendapatkan penilaian langsung dari Koran Kampus (Identitas). Bayangin aja, FKM menjadi pemegang gelar 2 tahun berturut-turut menjadi inaugurasi yang terbaik yang selalu ditunggu-tunggu para penikmat acara (penonton kallliiiii).
Sehari sebelum acara, semua perlengkapan pun sudah kami persiapkan kecuali becak yang bakalan gue tarik gitu (tarrriiiiiikkk bang) nanti. Tapi, gue udah masti’in ama ahmad (kord.perlengkapan) untuk handle masalah becak ini.
Becak oh becak, dimana ya???
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Gue deg-degan gilllaa’. Paginya, gue pergi ngecek baruga untuk masukin alat dan perlengkapan acara. Gue juga pergi manggil bapak pengurus baruga. Oia, gue ini kordinator Humas loh (nggak sombong, puji ale ji, wkwkwkw). Setelah itu, gue pergi nyewa becak. Pagi buta gini, gue pergi nyewa becak, buset deh. Setelah berkeliling dunia 7 kali (Lebay deh) akhirnya gue nemuin se-ekor eh seorang Tukang becak dengan becaknya yang cukup besar dan elegant (cieh, limosin kalliiii’). Gue sewa aja setelah memalui perdebatan yang cukup alot binti lemot (hehehe) dengan harga sewa yang cukup fantastis (deh, Rp 70.000 dibilang fantastis).
Gladi bersih gladi bersih….
Semua pengisi acara pun mulai bersiap dengan kostum masing-masing. Ada yang japanis, Korean, ada juga yang baliness. Hhhhm, belum lagi teman-teman kita yang dari ambon, mereka bergaya amerika-afrika gitu. Cool banget deh pokoknya. Acara gladi bersih pun dimulai beberapa jam sebelum acara dimulai. Gue juga udah siap dengan becak gue dan juga pasangan MC gue si miss Ridha chan (hehehe). Tapi, kita (gue dan Ridha) sengaja tidak diikutkan dalam gladi bersih karena nanti tidak surprised donk kalau udah ketahuan duluan. Jadi, demi mengisi kekosongan, kita latihan pemantapan dulu.
Acara dimulai….
Wah, wah wawawawaw…. Itu kata yang terlontar dari mulut gue pertama kali ketika melihat antusiasme penonton yang akan menyaksikan acara kami. Bayangin aja, nggak ada acara inaugurasi yang bisa se-full begini. Bagian atas dan bawah, kiri dan kanan, semuanya full. Mereka (penonton) datang dari berbagai fakultas dan universitas. Gue terharu. Gue malu. Gue deg-degan. Hhhhhsssssstttt, deg-degan gilllaaa’. Acara pun dimulai tepat pukul 13.15 WITA. Band pembuka dari angkatan 08 pun jadi awal acara. Acara demi acara pun hampir mendekati kami (gue dan Ridha). Mc formal (kak agung n kak eka) pun memanggil kami MC nonformal untuk keluar kandang (whahahah). Kami siap. Kami bisa. Karena kami pede. Gue tanam pemikiran seperti ini sampai akhir acara. Bayangin aja, kami baru keluar udah pada ketawa penontonnya (gimana nggak heboh).
Kami pede abis, Ridha ceplas ceplos banget. Gue juga lepas banget waktu itu. Sebenarnya gue ini pemalu loh. Demam panggung gitu. Tapi, untungnya lampu sengaja digelapkan (dikurangi cahayanya) agar semua berjalan lancar. Gue sangat menikmati peran gue ini, Ridha begitu lepas, kami sangat pede.
Acara demi acara berhasil kami hidangkan untuk penonton dengan canda dan tawa yang membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal hingga terpoco-poco (senam kallliiii’). Gue sangat bangga bisa jadi bagian dari acara besar seperti inaugurasi ini. I will miss it more than everything.
Image and video hosting by TinyPic


i love u full